Recent Posts

Sunday, November 30, 2008

Kongsi AidilAdha.


Ini saya petik dari buku 'Untukmu Kader Dakwah', kumpulan tulisan tokoh tarbiyah bernuansa nusantara, almarhum KH Rahmat Abdullah. Minumlah dari cangkir ilmu beliau yang sungguh menyentuh hati. 

Beberapa kali Ied kita, beberapa kali takbir dimalam dan siang hari raya-hari raya kita dalam beberapa tahun terakhir masih terus diliputi keprihatinan yang sangat dalam. Hari raya ditengah asap dan api ; rumah ibadah, rumah tinggal, pasar dan sekolah yang hangus serta darah yang tertumpah, nyawa yang melayang dan tubuh-tubuh kaku yang terbunuh. Lebih-lebih lagi pahitnya sebagian petinggi dan orang-orang yang diberi amanah oleh ma-syarakat mengesankan sikap mendukung, memaklumi atau me-wajarkan kezaliman. Inna lillahi wainna ilahi raji’un ! Tak ada yang lebih patut bagi para hamba ALLAH yang beriman kecuali semakin menundukkan kepala, merendahkan hati dan mengakui segala dosa, seraya memohon taubat dan ampunan ALLAH.

"Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa."

Kisah haji adalah kisah pengorbanan, sama sebagai-mana sejarah qurban itu sendiri. Tidak ada yang dapat menyuburkan iman seorang mukmin sebaik pengor-banan, seperti pupuk menyuburkan tetumbuhan. Seseo-rang yang berjiwa besar sangat sadar bahwa kemuliaan, kepemimpinan dan kebahagiaan tak mungkin diraih tanpa pengorbanan. Ujian merupakan syarat naik jenjang dan ke-pangkatan di hadapan ALLAH dan di tengah ummat manusia. ALLAH berfirman ( 2;124):

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon ju-ga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim".

Seberapa besar ujian yang dihadapi para rasul, ulama amilin dan mujahidin ? Cobalah bayangkan satu episode perjalanan nabi Ibrahim AS. Imam Bukhari meriwayatkan :

“…… kemudian Ibrahim membawa isterinya beserta anaknya (Ismail AS) yang sedang disusukannya, sampai ia meletakkannya di Baitullah di Dauhah, diatas Zamzam (yang belum lagi muncul kala itu) di bagian masjid yang paling tinggi. Di Makkah waktu itu belum ada manusia dan belum ada air. Ia letakkan mereka disana. Ia bekali mereka dengan sekantung kurma dan sekantung air dan segera bergegas pergi. Ummu Ismail mengikutinya sambil bertanya “Wahai Ibrahim, akan kemana kau pergi me-ninggalkan kami di lembah ini tanpa siapa-siapa tanpa apa-apa ?”. Diucapkannya kalimat itu berulang-ulang, namun ia tak juga menoleh. Akhirnya Ummu Ismail bertanya : ALLAH kah yang menyuruhmu melakukan ini ?” Ia menja-wab : “Ya”. Ummu Ismail berkata : “jika begitu, tentulah Ia takkan sia-siakan kami”, kemudian ia kembali dan Ibrahim berangkat. Sesampainya di tsaniyah (jalan tinggi di bukit) tem-pat mereka tak lagi melihatnya, ia hadapkan wajahnya ke Bait Allah, berdoa dengan beberapa kalimat dan mengangkat kedua tangannya :

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebaha-gian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-ta-naman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada me-reka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mu-dahan mereka bersyukur.

Lihatlah, betapa lurusnya keluarga ini memandang perintah ALLAH. Betapa ringannya mereka melaksanakan titah agung ini. Mereka utamakan ketaatan daripada kesenangan pribadi. Dari ketiga permintaan, ternyata yang pertama dimintanya agar ketu-runannya menjadi penegak shalat, kemudian untuk menopang da’wah ia minta mereka dicintai ummat manusia, barulah per-mintaan ketiga agar ALLAH memberikan mereka rezki. Padahal keadaan sangat sulit ; tak ada sanak, kerabat bahkan manusia, tak ada air dan sumber makanan. Hanya mereka berdua ; seorang perempuan yang baru melahirkan dan bayi kecil yang baru beberapa belas atau beberapa puluh tahun kedepan diangkat menjadi rasul.

Dimana keluarga modern hari ini dengan keturunan yang sangat terjaga dan tercukupi, bahkan dimanjakan makan minum mereka dibandingkan mereka yang serba kekurangan dan jauh dari kese-nangan ? Lihatlah bedanya keluarga dunia, benda dan nafsu di-bandingkan keluarga akhirat, iman dan akhlaq. Apa yang mam-pu dihasilkan keluarga modern dengan kecukupannya diban-dingkan keluarga para rasul dan orang-orang saleh dalam keku-rangan mereka. Soalnya bukan soal kaya atau miskin, tetapi keterikatan dan kesetiaan mereka kepada ALLAH, seperti sifat para pemakmur masjid dan jamaah kebajikan.

Friday, November 21, 2008

Keluar dari runtuhan?

Akhirnya.
Dunia dan umat manusia sudah mula mencicip-cicip rasa risau dan seriau. Kesan pilihan manusia sendiri. Pilihan untuk tentukan sistem hidup sendiri. Wahyu dan petunjuk nabi tolak tepi bawa ke belakang.
Di mana-mana, artikel, ulasan, analisis, kritik semua hampir serupa. Semua menyatakan ini:
 World Economy Failure 
Dan hampir tiada seorang pun yang mampu menafikan sumbangan besar Amerika dan ideologi Kapitalisme terhadap peristiwa besar ini.
Kapitalisme merupakan sistem ekonomi dan sosial yang cenderung ke arah pengumpulan kekayaan oleh individu tanpa gangguan kerajaan dan berasaskan keuntungan. Takrif individu di sini juga boleh merujuk kepada sekumpulan individu seperti syarikat. Sistem ekonomi kapitalis oleh itu berdasarkan kuasa pasaran dalam menentukan pengeluaran, kos, menetap harga barang dan perkhidmatan, pelaburan dan pendapatan. Pengkritik sistem kapitalis selalu berhujah bahawa sistem ini mewujudkan jurang perbezaan yang ketara antara yang kaya dengan yang miskin. Sistem yang bertentangan dengan ideologi ini ialah komunisme dan sosialisme. Kapitalisme berasal dari perkataan kapital (bahasa Inggeris: capital) yang bermaksud "modal".   
Kalau sebelum ini seluruh umat manusia jadi derita dan menyesali sistem Sosialisme dan Komunisme, kini masanya pula dunia belajar daripada padah yang dibawa Kapitalisme. Mungkinkah manusia belajar dari dua kesilapan ini?
Belum tentu.(Kita pun tahu ada ideologi batil lebih besar di sebalik ini semua,kan?)

Dan kita semua tahu ada jawapan bagi segala kemelut ini dalam sistem Islam. 
Manusia tidak akan belajar selagi umat Islam belum menjadi 'ustaz' kepada dunia ini.
Dan umat Islam tidak akan mampu melakukan itu selagi beberapa kalangan yang sedar dan faham hakikat ini hari ini, menunjukkan jalan dan meledakkan potensi umat. Agar umat ini kembali bangkit. Jadi 'ustaz' kepada dunia ini.
Saya perlu yakin dengan masa depan Islam. Saya perlu yakin saya punya peranan yang tidak kalah besarnya dalam usaha ini.

" Ya Allah, bantulah kami atas golongan Kafirin ".


Emosi saya bercampur-baur. Allahu akbar.


Monday, November 17, 2008

'Amusing Ourselves To Death'

Damansara-Klang-Shah Alam-Seremban-Shah Alam-Damansara.

Dalam satu hari,ini perjalanan saya,semalam.
Tidaklah jauh mana,pusing-pusing,paling jauh pun dalam dua negeri juga.
Tapi jadual sebegini mungkin terpaksa saya lalikan sekarang. Saya sudah dalam tempoh yang perlukan saya bermusafir sebegitu rupa.

Zahirnya,tiada apa yang signifikan dengan musafir saya. Selain dengan tujuan untuk tunaikan beberapa urusan penting, belajar, dan ziarah, tiada apa yang signifikan.
Tapi saya mungkin sudah terbiasa. Terbiasa untuk mencari sesuatu yang signifikan dari peristiwa-peristiwa harian yang kebiasaannya hanya rutin, dan tidak luar biasa.

Dalam musafir hari-harian saya, kenderaan utama saya bukan milik saya. Milik Syarikat KTM Berhad. Dan dalam kenderaan ini, dan di setiap perhentiannya, saya temui satu pemerhatian yang menarik sekali pada pandangan saya. Mungkin biasa dan sudah terlalu biasa, hingga kita mungkin memerhatikannya tanpa sedar bahawa pada batinnya, ia satu krisis kejiwaan yang besar bagi umat manusia akhir-akhir zaman ini.

Kebiasaannya, yang akan kita temui dan lihat di sekitar kita, ketika dalam komuter, atau di stesen-stesennya, ialah masyarakat umum. Muda,tua, bekerja,belajar, atau mungkin sekadar berjalan-jalan buang masa. Berada di stesen menunggu komuter, komuter pun tiba, dan duduk atau berdiri pula dalam komuter sampai tiba di stesen destinasi. Paling sedikit, 30 minit akan digunakan untuk semua itu. Dan paling lama, setahu saya, hingga 3 jam mungkin dihabiskan.

Juga kebiasaannya,pada sela-sela waktu seperti inilah mereka mencuri-curi masa dan peluang untuk menyuap hiburan-hiburan yang secukupnya kepada jiwa dan mental mereka, yang mungkin pada rasa mereka sudah letih dan kering setelah suntuk sehari digunakan. 

Kerana itu, travellers yang menggunakan komuter, sering sahaja bertemankan pelbagai jenis teman hiburan berupa peranti-peranti canggih dan pelbagai alat mudah-alih. Handphone, mp3 player, Playstation Portable, sebahagiannya. Lagu-lagu rancak,sentimental,mendayu-dayu dimainkan. Jari-jemari ligat membalas sms dari yang tercinta, atau pantas menekan punat pangkah dan bulat dan ke atas dan ke bawah, meraih markah tertinggi dalam games mereka. Ada sedikit yang membawa novel-novel cinta dan pop. 
Moga-moga, hati yang suram kembali ceria, jiwa yang kelam kembali bertenaga, mental yang terperam kembali ligat geraknya. Hilang semua letih dan tekanan,oh indahnya. 

Habis saya perhatikan segala macam yang mereka miliki dan apa yang mereka lakukan dengannya, saya alihkan perhatian saya pada wajah-wajah mereka. Seronok juga kalau boleh melihat wajah-wajah mereka ceria dan bercahaya bila gembira. 

Kalau dalam syair arab, penyairnya selalu bilang pada wajahlah terkumpul segala kecantikan, keceriaan, dan keseronokan. Ya, ilmu psikologi turut mengakui itu. Ekspresi muka tak mampu menipu. 
Ikut hukum logik juga, ia harus begitu bukan?
Contoh :
Premis I - Seorang pemuda mendengar lagu-lagu kesukaannya dari mp3 playernya untuk berhibur.
Premis II - Orang yang mendengar lagu-lagu kesukaannya untuk berhibur, akan berwajah ceria kerana terhibur.
Konklusi - Pemuda itu akan berwajah ceria kerana terhibur.

Sebaliknya saya jadi pening. Apa yang saya lihat melanggar hukum logik tersebut.




Wajah-wajah yang saya lihat ialah wajah-wajah yang sama sebelum mereka menghiburkan diri mereka. 



___________________________________________________________________
catatan hujung semata-mata. Elok kalau anda pula yang perhatikan mereka selepas ini. Boleh tulis pula dalam blog-blog anda apa yang anda fikirkan.

Oh, kalau berminat fahami lagi apa yang saya tulis, cuba-cuba lah cari rakaman syarahan Dawud Wharnsby Ali dengan tajuk yang sama seperti entri saya ini. 
Ya, tajuk entri ini adalah cuplikan dari itu. Tak salah kan?


Thursday, November 13, 2008

Naik & Turun.



Katakanlah : "Wahai Tuhan Yang Mempunyai Kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di Tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
( QS 3 : 26 )

Tuesday, November 4, 2008

Wasilah Balighah (Cara yang Sampai).

Sekadar satu perkongsian. Mungkin tak ramai dari kita yang sanggup membaca dalam bahasa arab tentangnya. Kalau mahu, boleh cuba baca ini - Kempen Akhlak Mulia Mahasiswa Ikhwan


Satu lagi buah fikiran dan usaha kreatif Mahasiswa Ikhwan di Mesir.
Tanpa sebarang percampur-bauran sentimen kepolitikan dan kepartian.
- "Kempen Tinggikan Nilai Akhlak Kita" -
Di hampir 13 buah universiti di Mesir,dalam tempoh yang serentak,kempen ini dijalankan.
" Dengan Akhlak kita, kita terangi unversiti kita. Kerana kita mengimpikan kehidupan kampus (campus life) yang terjelma di dalamnya kesejahteraan dan keindahan dari segenap aspek-aspek kehidupan, ketinggian nilai, dan kemajuan.
Dan kerana kita teramat mencintai tanah air kita, Mesir, dan kita sedaya-upaya bersegera berusaha demi kemajuannya dan kebangkitannya di tengah masyarakat dan negara di dunia.
Dan kita sangat prihatin akan perlunya peranan kita dalam kebangkitan ini. Dengan itu, kita melibatkan diri kita untuk usaha itu dengan penuh sukacita, dengan menggunakan rahsia kekuatan kita dan senjata kebangkitan kita....AKHLAK kita.
Akhlaklah yang mengangkat martabat bangsa dan membina ketamadunan. Berapa banyak bangsa yang kita lihat tamadun materialnya di kemuncak dan tamadun budaya dan akhlaknya di tempat terendah, tidak mampu untuk meneruskan perjalanan kebangkitan bangsanya."

Nota :
1. Ini hanya satu contoh. Mungkin banyak lagi contoh lain, dan dari negara-negara lain. Saya hanya sempat membaca tentang ini,dan yakin ini salah satu contoh yang baik,terpandu,dan bermatlamat jelas.

2. Tujuan saya berkongsi tidak untuk mengagumi semata. Sebenarnya kan elok kalau kita mampu, jelas, dan bersedia untuk usaha yang sama?